Pra Kiraan Cuaca daerah Jayapura, Sentani dan sekitarnya.
Pelantikan Wakil Ketua PTA Jayapura
KOMITMENT EMBAN AMANAH, LATOCONSINA JALANKAN TUGAS WAKIL KETUA PTA JAYAPURA
Jayapura|pta-jayapura.go.id
Bak pepatah lama 'Dimana bumi dipijak
disitu langit dijunjung', demikian tersirat dalam komitmen awal
menempati tugas baru yang disampaikan oleh Drs. Masyikur Latoconsina
yang kemarin usai diambil sumpah jabatan sebagai Wakil Ketua Pengadilan
Tinggi Agama (PTA) Jayapura oleh Ketua PTA Jayapura Drs. Abdurrahman
HAR, SH yang berlangsung di Aula PTA Jayapura, jam 10.00 wit pada hari
Selasa 24 Januari 2011 kemarin.
Menurut pria yang tercatat sebagai
PNS sejak tahun 1976 silam itu, dimanapun bertugas tentu saja akan
selalu menempatkan disi sebaik mungkin sesuai dengan tanggungjawab yang
diberikan negara.
Akurasi Data Laporan Keuangan Semeter II Tahun 2011
Akurasi Data Semester II Tahun 2011Koordinator Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Jayapura KPTA Jayapura didampingi KPT Jayapura dan Pansek PTA Jayapura bersamaTim Akurasi Data Mahkamah Agung RI
Jayapura I pta-jayapura.go.id
Awal tahun 2012 dijadikan momentum oleh Koordinator Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Jayapura guna menggelarKegiatan
Akurasi Data Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Semester II Tahun
2011. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 16 hingga 18 Januari 2012 di
Hotel Aston Jayapura menghadirkan pembimbingAhmad Khomaini, A.Md( Biro Keuangan Bagian Akuntansi Mahkamah Agung RI / SAKPA ) dan AdiMardiansyah ( Biro Perlengkapan Mahkamah Agung RI / SIMAK-BMN ).
Akurasi Data Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan Semester II Tahun 2011dibuka
secara resmi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Drs. H.
Abdurrahman HAR, SH yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura
Madya Suharja, SH.,MH didampingi oleh Panitera Sekretaris PTA Jayapura
Herlinawaty, SH.,MH.
Pengantar Tugas dan Perpisahan Wakil Ketua PTA Jayapura
“Drs. H. Abuhuraerah adalah seorang yang DJITU”
KPTA Jayapura (tengah) didampingi WKPTA dan Pansek PTA Jayapura
Bertemu dan berpisah merupakan
perjalanan hidup yang harus dijalani, suka dan duka adalah hiasan yang
selalu mengiringi langkah kita, suka atau tidak kita tetap harus
menjalani semua yang sudah ditakdirkan kepada kita. Tidak terlepas kita
sebagai Aparat Peradilan yang harus selalu siap untuk ditempatkan
diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia, baik itu bersifat promosi
jabatan atau sekedar untuk penyegaran.
Ditjen Badilag Melaksanakan Program RC Reform Awards
Dirjen Badilag Tentang Program “Religious Court Reform Awards”:
Kita Sering Menjadi “Bonek”
Jakarta, Badilag.net |11-10-2011|
“Dalam banyak kegiatan, termasuk
melaksanakan program “Religious Court Reform Awards”, kita ini
berprilaku seperti ‘Bonek’, alias ‘bondo nekad’. Sering kali kita
melakukan kegiatan yang kita tidak mempunyai anggaran khusus untuk itu,
namun berhasil”.
Itulah kata-kata kunci yang dikemukakan
Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, di hadapan pertemuan para pejabat dan
petugas yang akan melakukan penilaian pelayanan meja informasi dan
pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.
Pertemuan yang dilaksanakan Senin
(10/10) kemarin di ruang rapat Badilag itu membahas tentang kriteria dan
standar penilaian, sekaligus penyamaan persepsi para petugas penilai,
yang akan melakukan tugasnya ke daerah, mulai minggu ini.
Kegiatan penilaian tersebut merupakan
rangkaian dari kegiatan pemberian “Religious Court Information Desk
& Public Services Award”, yang direncanakankan berakhir bulan
November 2011.
“Saya harap, saudara-saudara dapat
melakukan tugas penilaian ini dengan penuh semangat, objektif, teliti
dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah kita sepakati bersama”,
pesan Dirjen kepada peserta pertemuan.
“RC Information Desk & Public Services Award” bagian dari “RC Reform Awards”
Sebagai mana telah direncanakan jauh
sebelumnya -dan sebagian telah dilaksanakan-, bahkan diperkuat oleh
keputusan Rakernas 2011, Ditjen Badilag menyelenggarakan penganugerahan
penghargaan berbagai bidang kepada Pengadilan Agama dan Mahkamah
Syar’iyah terbaik, dalam rangka mempercepat pelaksanaan reformasi
birokrasi di lingkungan peradilan agama.
“Biar menarik perhatian, program ini dinamakan ‘Religious Court Reform Awards’”, kata Dirjen.
Dirjen Badilag, Wahyu
Widiana, sedang mempresentasikan perkembangan pemanfaatan Teknologi
Informasi di lingkungan peradilan agama, pada Seminar Regional Asia
Pasifik berkaitan dengan pengembangan informasi hukum, di Faculty of
Law, University of New South Wales, Sydney, Australia, 2009.
Yogyakarta, Badilag.net |8-10-2011|
“Yth. Bp DIRJEN …mdh2n
bp baik2 saja ..sms ni sbg bahn masukn, …… bp promosikan hakim hanya krn
pandai bidang IT, tdk mperhatikn gmn prilakunya…bnyk yg diproskn …
cntoh Wa ka PA “X” …jd ka PA ”Y”, mestinya perhatikan prilakunya. Tanya
org2 skilingnya…mdh2n jd prtmbngn. Mks dan mhn mf”
Kalimat di atas adalah
sms yang diterima telepon genggam Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, siang
kemarin (7/10), dari pengirim yang tidak menyebutkan identitasnnya.
Nomor telepon genggam pengirim adalah 085797238XXX
Dirjen ingin mengetahui
segera prilaku apa dari WKPA “X” yang dipromosikan menjadi KPA “Y” yang
diprotes oleh pengirim sms itu. Dirjen, yang saat menerima sms sedang
di perjalanan antara Kendal-Semarang dalam rangka peninjauan dan
pembinaan pelaksanaan Posbakum dan TI, segera membalasnya sekaligus
minta masukan lebih detail.
Sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2008, mulai tanggal 1 Juli 2008, Biaya perkara di Pengadilan Agama Sentani, dibayar melalui Bank BRI Kanca Sentani. Apabila ada kelebihan biaya perkara yang tidak terpakai dalam proses perkara,tidak diambil dalam waktu 180 hari sejak : Perkara Putus (untuk perkara tingkat pertama), akan disetor ke Kas Negara.